Tuesday, July 17, 2012

SERVICE REPAIR HARD DISK BAGIAN 1








1. Mengatasi MBR Rusak
Di    dalam harddisk, ada sebuah file yang disebut MBR (Master Boot   Record).   File ini berada di byte pertama dan sektor pertama harddisk;   pokoknya   benar-benar pertama. Maklum, MBR inilah yang menjadi penanda   keberadaan   harddisk. Jika dianalogikan, MBR ini seperti peta yang   menuntun BIOS   menemukan harddisk.
Namun    berbagai hal bisa menyebabkan MBR tersebut  rusak, seperti terkena   virus  atau terformat tidak sengaja. Jika itu  terjadi, sistem operasi   pun  kehilangan penunjuk jalan yang ditandai  dengan munculnya pesan   Operating  System not found atau missing  operating system di layar.
Solusi   dari masalah ini adalah dengan mengembalikan file MBR tersebut.   Cara   paling umum dilakukan adalah melakukan proses recovery dari CD   Windows.   Caranya, booting ke CD Windows, lalu pilih Repair (dengan   menekan  tombol  R) dan masuk ke Recovery Console. Setelah itu, ketikkan   perintah  fixmbr  untuk mengembalikan file MBR tersebut.
Untuk   Windows Vista, konsepnya sama meski prosedurnya sedikit berbeda.     Pertama, booting ke DVD Windows Vista, lalu pilih Repair Your   Computer.   Ketika System Recovery Options muncul, pilih Command Prompt.   Setelah   muncul jendela Command Prompt, ketik bootrec.exe dan tekan   Enter.
Jika   CD Windows sudah hilang entah kemana, Anda bisa menggunakan   aplikasi   dari Rescue Kit 9.0 Express buatan Paragon. Ini adalah   aplikasi gratisan   yang memiliki fungsi beragam, termasuk mengembalikan   MBR. Aplikasi ini   bersifat bootable, artinya bisa di-burn ke CD dan   menjadi sumber  proses  booting. Ketika sistem menunjukkan gejala   kehilangan MBR, yang  harus  Anda lakukan adalah booting ke CD berisi   Rescue Kit ini. Setelah  itu,  pilih menu Boot Corrector, ikuti prosedur   yang telah ditentukan,  dan  kasus kehilangan MBR seharusnya telah   teratasi.Aplikasi Rescue Disk 9.0 Express dapat di-donwload secara  gratis di sini (57,5MB)

2. Windows Rusak Parah

Kasus    seputar harddisk yang sering terjadi adalah Windows di  dalam  harddisk   tersebut rusak parah sehingga kita tidak bisa masuk ke   dalamnya. Pada   kasus seperti ini, satu-satunya solusi adalah melakukan   instalasi ulang   Windows. Masalahnya, sering kali di dalam harddisk   atau partisi berisi   Windows tersebut masih terdapat berbagai file   penting yang harus   diselamatkan. Lalu, bagaimana mengambilnya?

Gunakan    aplikasi yang bootable dan bisa menjelajah (browse) file di  harddisk    yang bermasalah tersebut. Lagi-lagi, Anda bisa menggunakan  Rescue  Disk   9.0 Express yang kami bahas di bagian pertama artikel  bersambung  ini.   Penggunaannya sangat mudah, Anda cukup mengikuti  wisaya  (wizard) dari   menu File Transfer Wizard. Sayangnya, versi  gratisan  ini tidak bisa   memindahkan file-file tersebut ke CD/DVD.  Jadi, Anda  harus menyalin   file-file tersebut ke flashdisk atau  harddisk  eksternal.
Namun   Rescue Disk Express cuma bisa bekerja dari CD. Jika Anda lebih   memilih   proses dari flashdisk, gunakan sistem operasi Linux portabel   yang bisa   booting melalui flashdisk (live-USB). Hampir semua distro   Linux  memiliki  versi portabel, namun perlu dicatat kalau proses   mounting  (pengenalan  isi harddisk) sering kali harus dilakukan secara   manual.  Karena itu kami  menyarankan penggunaan distro Puppy Linux   karena distro  ini melakukan  proses mounting secara otomatis. Ukuran   Puppy Linux juga  cuma 100MB,  sehingga muat di flashdisk ukuran kecil   sekalipun.
Aplikasi Rescue Disk 9.0 Express dapat di-donwload secara gratis di sini (57,5MB) untuk sementara pakai yang versi DEMO , sementara Puppy Linux bisa Anda dapatkan di sini (100MB).
selamat mencoba semoga berhasil

Baca : Service Harddisk Bagian 2

0 comments:

Post a Comment